Pages

Sunday, June 6, 2010

Another Fairy Tale --part 11--

Michelin hampir saja menjatuhkan minuman yang sedang ia pegang saat itu dikarenakan begitu terkejutnya ia dengan siapa yang tiba-tiba duduk di depannya itu. Orang tersebut menebak minuman yang sedang Michelin pegang dan mengatakan bahwa hampir tidak ada yang berubah pada diri Michelin. Semuanya masih tetap seperti dulu, hanya statusnya saja sekarang sudah menjadi seorang Ratu. Michelin belum dapat berkata apa-apa. Mulutnya seperti terkunci saat melihat wajah orang yang duduk di hadapannya itu. Orang itu kemudian berkata kembali bahwa ia akan membuat Michelin kembali kepadanya, apapun yang terjadi, bagaimanapun caranya. Kemudian, orang tersebut berdiri, dan berbisik pada Michelin bahwa hari ini anaknya akan pulang hari ini dan mengingatkan untuk selalu menjaga putrinya tersebut, karena putrinya tersebut adalah kunci dari seluruh rencananya. Setelah itu, ia berjalan pergi meninggalkan Micheln sendiri lagi. Setelah beberapa saat, Michelin tersadar kemudian ia berdiri dan meneriakkan nama orang itu, "Banjar!". Penyihir jahat tersebut melambaikan tangannya dan menghilang bersama dengan angin yang berhembus.

[Photo] @Balekambang

Hari sabtu kemaren, saya diajak beberapa temen ::tepatnya dua, yaitu Putri Ika sama temennya Hokki:: untuk pergi melihat NIX --Pameran Komputer-- di ::sebut merk nggak ya?! sebut aja dech:: Diamond Convention Center Solo. Rencana hunting mouse doank... tapi akhirnya saya malahan dapet MP3... hahahaha, saya mudah tergoda dengan barang murah, tapi saya nggak muraha koq... Gimana nggak tergoda, MP3 2GB koq cuman IDR 125k. Yach, alhasil setelah saya beli, kwitansi pembeliannya kelupaan, dan yang saya peroleh, MP3nya nggak nge-Bass sama sekali, bikin telinga agak gimana gitu... Sorry, lupa nggak tak photo... besok aja ya?!

Saturday, June 5, 2010

Another Fairy Tale 10 Part Anniversary...

Tidak terasa, "Another Fairy Tale" sudah sampai bagian kesepuluh. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pembacanya yang tentu saja tidak dapat saya sebutkan satu-persatu di sini. Kemudian, tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada seluruh teman-teman saya yang dengan lancangnya saya pake nama-nama mereka sebagai tokoh dalam dongeng rct saya ini. hihihihi....

Sampai saat ini sebenarnya tidak banyak kendala saya dalam menulis dongeng rct ini. Jika terpikirkan idenya langsung tulis begitu... Mungkin hal yang paling sulit adalah menentukan cast Pangeran yang akan membantu Putri Ika tersebut nantinya. hahahaha,...

Sebenarnya saya ingin sekali membuat ringkasan singkat mengenai pengenalan tokohtokoh dalam dongeng tersebut, disertai dengan gambar-gambarnya... Apa dibuat saja ya?!

Yach, kalo saya sedang bersemangat, mungkin akan saya buatkan pengenalan tokohnya....
Ditunggu saja....

Eh. iya, sampai lupa... jika anda semua senang dengan dongeng saya, mohon komentar dan kritiknya ya. Agar cara penulisan saya lebih baik tentunya....

Friday, June 4, 2010

Another Fairy Tale --Part 10--

Putri Ika agak kecewa karena usaha mempersiapkan tempat yang nyaman untuk Banjar akhirnya sia-sia belaka. Ia dan Paman Ditrie akhirnya makan bersama seperti biasanya. Sudah tiga hari ini Putri Ika selalu memakan masakan ikan untuk makan malamnya. Tampaknya ia sudah mulai bosan dan mulai kangen dengan kamarnya. Tentu saja paman Ditrie tau tentang apa yang sedang dirasakan keponakannya tersebut. Paman Ditrie selalu menyelesaikan makannya dengan kecepatan yang luar biasa, sampai-sampai makanan Putri Ika belum menghabiskan setengahnya. Setelah menyelesaikan makannya, Paman Ditrie berdiri dan mengakatak kalau besok ia akan mengantarkan Putri Ika pulang ke Istana Satkingham.Tentu saja sang putri sangat senang dengan kata-kata pamannya tersebut. Ia dengan cepat menyelesaikan makannya dan segera melakukan cuci piring terakhirnya.

Thursday, June 3, 2010

Another Fairy Tale --part 9--

Esoknya, Raja LinkLekker menggedor-gedor pintu kamarnya dan berteriak siapa yang telah mengunci kamarnya. Sayang, karena kamar sang raja dan pangeran adalah kamar yang cukup kedap suara, hanya sang pangeran yang mungkin mendengar teriakan Raja LinkLekker. Sang Pangeran terbangun dan ingat bahwa ia membawa kunci kamar ayahnya. Kontan seketika ia langsung berlari turun dari tempat tidur dan bergegas membukakan pintu ayahnya. Dengan tetap tanpa busana, sang ayah menjewer anaknya dan menyeretnya masuk. Biasanya memang sang raja bangun lebih siang daripada hari itu, sehingga sang pangeran dapat membuka kunci pintu ayahnya tanpa diketahui ayahnya. Raja LinkLekker cukup geram dengan apa yang dilakukan anaknya itu. Semalaman menghilang tanpa memberi tahu bahkan kemudian mengunci puntu kamar ayahnya sendiri. Sebenarnya ia hampir saja memperbolehkan anaknya untuk menetap di Mathica, tetapi akibat kelakuannya hari itu ia mengubah pikirannya dan mengajak anaknya pulang. Keingingan sang pangeran untuk bersekolah di Magus pupus sudah. Karena jika sang ayah telah memutuskan sesuatu, maka keputusan itu tidak dapat diganggu oleh siapapun, kecuali ibunya. Karena sang ibu telah tiada, sudah tidak ada kesempatan untuk mengubah keputusan ayahnya. Setelah sarapan, pagi itu ia meninggalkan kota L'capitol dengan rasa yang sangat berat. Tapi apa boleh buat, ia tetap ingin berbakti kepada sang ayah bagaimanapun caranya.